Diklat hari kedua diawali di gsg, kemudian di mobilisasi ke lapangan radar. Sekali lagi, angkatan kami tidak berhasil mencapai kuorum yang ditentukan yaitu sebanyak 150 orang dan datang telat. Disana kami bersama danlap melakukan cek spek. Masih terdapat belasan orang yang belum melengkapii speknya. Akhirnya kami mendapat hubungan melakukan senam terbang sebanyak jumlah orang yang tidak memenuhi spek yaitu 17 orang. Untuk menunjukkan kekompakan angkatan kami, kami kemudian berusaha membuktikannya melalui perform angkatan yang telah kami latih sejak beberapa hari lalu. Kami menampilkan lagu beserta tarian dari dua daerah, yaitu Yamko ramke yamko dan Poco-poco. Perform kami dinilai bagus oleh danlap.
Dari lapangan radar kami dimobilisasi ke spot-spot tertentu bersama para pendiklat. Pendiklat saya, memberikan materi tambahan dan mengadakan sharing. Fungsi sharing ini adalah agar para pengader bisa paham dan menyamakan pikiran dengan peserta PPAB MTI. Pendiklat menampung saran kami mengenai PPAB MTI, kami pun mencoba memahami bahwa dalam kegiatan ini memiliki aturan yang memang harus dipatuhi dan tetap positive thinking terhadap apapun yang terjadi.
Setelah sharing kami kemudian disuruh untuk membuat yel-yel kelompok, tujuannya adalah meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan team building. Agar angkatan kami semakin kompak dan bersatu. Sayangnya kelompok kami tidak lolos ke babak final yang diadakan setelah itu. Kemudian, kami dibawa keruang seminar TI untuk mengikuti materi bersama kak Adjie Wicaksana TI’07. Inti materinya adalah mengenai tujuan hidup dan impian, serta keadaan industri di indonesia. Dalam membuat tujuan hidup kita harus menyadari peran dan posisi kita sebagai pribadi dan bagian dari masyarakat. Karena, kita sebagai mahasiswa memiliki peran penting dalam pergerakan dimasyarakat. Untuk menegakkan nilai-nilai yang kian menghilang. Hal lainnya adalah bahwa pembentukan tujuan hidup itu berurutan, diawali dari tujuan, berlanjut ke cita-cita, lalu terakhir membentuk visi. Visi adalah suatu hal yang jelas, detail, dan dapat terukur.
Selama kita berkuliah di ITB, kita harus memanfaatkan banyak kesempatan untuk melakukan yang terbaik di bidang kemahasiswaan. Selain meningkatkan kecerdasan dan ilmu program studi yang memang kita ambil, ITB memberikan lebih dari itu. ITB membentuk karakter dan pola pikir. Maka dari itu kita harus punya plan kedepan untuk memikirkan masa depan.
Menurut kak Adjie ciri anak Teknik Industri yang ideal adalah mereka menjadi seorang problem solver, karena memiliki pemikiran sistematis, cara pandang yang generalis, dan kemampuan ilmu multidisiplin yang menunjang kemampuan analisis masalah secara menyeluruh.
Setelah itu kami diberikan tugas. Terima kasih. Sekian!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar