Senin, 25 Juli 2011

Review : 25 Juli 2011

Pada hari pertama, peserta PPAB MTI datang terlambat. Selain itu kami juga melakukan kesalahan lainnya yaitu kurangnya tandatangan pada pengumpulan tugas, tidak mencapai kuorum yang ditentukan, dan masih ada yang tidak membawa spek. Maka dari itu diambil suatu keputusan untuk membentuk PJ Spek agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. PJ Spek adalah Hans dan Danang. Mereka bertugas memastikan agar tidak ada yang tidak membawa spek. Berbagai kesalahan ini harus menjadi pelajaran bagi kita agar bisa saling berkoordinasi dengan baik dan peduli sesama.

Kami lalu dimobilisasi kedalam ruang seminar teknik industri. Disini, diberikan sebuah simulasi bagi para peserta PPAB MTI. Peserta dibagi menjadi 20 kelompok secara acak oleh panitia. Simulasi yang dilakukan adalah tiap-tiap kelompok wajib membuat suatu tujuan kelompok bersama yang harus dicapai selama di ITB. Tujuan itu sifatnya bebas asalkan sesuai dengan tujuan di MTI yang berdasarkan nilai SMART-C (Specific, Measureable, Achieveable, Realistic, Time-Bounded, Challenging). Keenam poin ini adalah hal penting yang harus diperhatikan saat kita membuat suatu tujuan. Tujuan yang memenuhi hal ini adalah tujuan yang jelas, dapat diukur, menantang, dan mengikuti poin-poin diatas lainnya. Setelah kita membuat suatu tujuan kelompok, suatu tujuan yang harus dilihat dengan menyamakan pemikiran, minat, dan keinginan dari tiap-tiap anggotanya, kita harus membuat dasar terbentuknya tujuan. Setelah dasar tujuan terbentuk dilanjutkan dengan membuat project plan, yaitu langkah untuk merealisasikan tujuan yang ingin dicapai tersebut.

Diskusi ini berlanjut kepada presentasi dari sebagian kelompok. Hasil evaluasi dari beberapa kelompok yang maju adalah, kita harus memasukkan unsur SMART-C kedalam suatu tujuan, kemudian dalam presentasi harus berbicara secara runut. Juri dari Mti juga menginginkan tiap-tiap peserta bisa paham mengenai konten dari materi yang dibawakan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan keraguan saat presentasi. Terakhir, dalam presentasi kita juga harus memperhatikan hal kecil, seperti harus memasukkan baju, gaya yang sopan, dan pembawaan yang percaya diri.

Setelah itu, tiap kelompok diberikan mentor, Kelompok saya mendapat mentor kak Febrianus. Disini kami sharing mengenai harapan tentang MTI dan membagi pengalaman mengenai tugas-tugas di Teknik Industri. Setelah itu kami dikumpulkan kembali di Ruang Seminar dan mendapatkan tugas lagi serta konsekuensi karena kesalahan kami. Review akhir berjalan tidak kondusif karena terlalu banyak protes sebelum dibubarkan. Terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar